Selasa, 20 April 2010

Teknik Penelitian Unggas

TEKNIK PENELITIAN PADA NUTRISI UNGGAS






Teknik Penelitian merupakan suatu metode atau cara dalam melakukan penelitian yang dapat digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.


Dalam melakukan penelitian pada nutrisi unggas perlu diperhatikan berbagai factor agar hasil yang diperoleh sah dan dapat dipercaya. Berbagai factor antara lain :
Persyaratan ternak yang digunakan
Kandang dan perlengkapan
Perlakuan yang diberikan
Rancangan penelitian
Penempatan ternak dalam kandang
Parameter yang diamati.


Diuraiakan,


Persyaratan Ternak yang digunakan


Dalam memilih ternak unggas yang akan digunakan untuk penelitian pada nutrisi unggas ada beberapa factor yang diperhatikan :


1, Kesehatan ternak, yang mencakup antara lain : mata terang, bulu halus dan mengkilat, berat badan sesuai umur dan tubuh tidak cacat.


2, Umur ternak seragam, kecuali umur merupakan bagian yang diuji.


3. Jenis kelamin sama


4. Strain sama


5. Berat badan hampir sama yang biasanya diuji dengan koefesien keragaman.


6. Ternak belum pernah dipakai untuk penelitian, kecuali perlakuan pada penelitian ini merupakan kelanjutan dari perlakuan yang diberikan sebelumnya.


Kandang dan Perlengkapan


Dalam mengguanakan kandang dan perlengkapan kandang untuk penelitian nutrisi unggas beberapa pertimbangan harus diperhatikan antara lain :
Ukuran kandang harus seragam untuk setiap unit percobaan.
Kebersihan, keamanan dan kenyamanan kandang harus diperhatikan
Tempat makanan dan tempat minuman harus seragam.
Sumber pemanas dan penerangan, biasanya menggunakan lampu pijar yang ditempatkan ditengah-tengah kandang.


Makanan dan Air Minum


Makanan atau ransum yang dibeikan pada unggas disusun iso protein dan iso kalori, keculai jika level protein atau energi merupakan yang diuji. Bahan-bahan penyusun ransum diusahakan agar mempunyai ukuran partikel yang sama atau digiling terlebih dahulu menggunakan mesin penggiling yang sama dengan ukuran saringan yang sama pula. Ransum yang diberikan harus teraduk secara merta sebelum diberikan pada unggas. Makanan diberikan dua atau tiga kali sehari. Yang penting waktu pemberiannya harus konsisten, sehingga tidak mengganggu terhadap jumlah ransum yang dikonsumsi, kecuali jika jumlah ransum merupakan perlakuan, misalnya pada penelitian pembatasan jumlah ransum (restricted feeding)


Air minum diganti setiap hari. Jika jumlah konsumsi air minum merupakan peubah yang diamati, maka perhitungannya juga dilakukan setiap hari.


Perlakuan yang Diberikan


Perlakuan yang diberikan pada umumnya yaitu pemberian ransum dengan bahan yang berbeda atau pengujian bahan makanan baru dengan bahan makanan yand sudah umum diberikan terhadap ternak unggas. Dalam penggantian bahan makanan diusahakan mengganti bahan secara kandungan gizi dan energinya dan setara jenis/sumbernya, sehingga terlihat kemampuan dari bahan makanan baru tersebut dalam menggantikan bahan yang sudah biasa dipakai. Perlakuan lain digunakan dalam penelitian nutrisi unggas yaitu mengamati kebutuhan zat gizi dan energi.


Rancangan Penelitian


Rancangan penelitian yang dilakukan disesuaikan dengan tujuan penelitian dan ketersediaan objek yang akan diteliti. Jika tujuan penelitian untuk mengetahui satu factor perlakuan saja, maka biasa digunakan rancangan acak lengkap dengan syarat objek yang diteliti yang tersedia serta lingkungan harus seragam (homogen). Jika objek atau lingkungan tidak seragam, maka perlu dilakukan penyeragaman terhadap objek. Tindakan ini disebut local control/blocking yaitu pembuatan blok, sehingga objek atau lingkungan yang homogen hanya terdapat dalam blok tersebut. Jika tujuan dari penelitian untuk mengetahui lebih dari satu factor perlakuan, maka susunan pelakuan dijadikan susunan factorial, baik dalam rancangan acak lengkap maupun rancangan acak kelompok.


Penempatan Ternak dalam Kandang


Cara penempatan ternak dalam kandang merupakan suatu kebutuhan untuk kmendapatkan hasil penelitian yang bermutu. Cara yang lazim dilakukan yaitu penempatan ternak sedemikian rupa, sehinggasetiap unit percobaan mempunyai berat atau rataan berat ternak yang hampir sama.


Penempatan ternak dalam kandang dilakukan sebagai berikut :


- Ternak ditimbang sekitar 10 ekor mewakili dari sekitar 100 ekor ternak yang akan dipakai dalam penelitian, lalu dicari berat rata-rata dari 10 ekor ternak ini yang akan dijadikan sebagai berat patokan dan berat ternak terendah serta tertinggi.


- Disediakan kotak sebanyak lima buah untuk menempatkan ternak sesuai dengan berat badannya.


- Selanjutnya anak ayam ditimbang seluruhnya dan sesuai dengan berat badannya anak ayam dimasukkan kedalam kotak yang tersedia.


- Setelah itu anak ayamdimulai dari kotak yang berisi anak ayam yang paling ringan dimasukkan ke dalam kandang percobaan dimulai dari unit kandang nomor satu dan seterusnya sampai semua unit terisi anak ayam.


Peubah yang Sering Diamati


Dalam peneliatian nutrisi unggas beberapa peubah yang sering diamati antara lain : jumlah ransum yang dikonsumsi, pertambahan berat badan dan konversi ransum atau efesiensi penggunaan makanan. Disamping itu untuk anak ayam petelur diukur produksi telur dalam bentuk hen-house, hen-day dan berat masa telur dan berat telur per butir, sedangkan untuk anak ayam broiler yang sering diamati pertambahan berat badan, berat lemak abdomen dan persentase karkas.


Jumlah ransum yang dikonsumsi biasanya ditampilkan dalam gram/ekor/hari atau gram/ekorselama penelitian. Cara mendapatkan jumlah konsumsi dalam gram/ekor/hari yaitu dengan menghitung jumlah ransum yang diberikan dikurangi jumlah ransum yang tersisa yang biasa diamati setiap hari atau sekali seminggu.


Pertambahan berat badan juga ditampilkan dalam gram/ekor/hari atau gram/ekor/minggu atau gram/ekor selama penelitian. Cara mendapatkan pertambahan berat badan dalam gram/ekor/hari, anak ayam ditimbang sekali seminggu, lalu berat pada minggu tersebut dikurangi dengan berat pada minggu sebelumnya dan untuk mendapatkan pertambahanberat badan gram/ekor/hari, maka gram/ekor/minggu dibagi dengan tujuh.


Efesiensi penggunaan ransum dihitung dari pertambahanberat badan selama waktu tertentu dibagi dengan jumlah ransum yang dikonsumsi selama waktu tertentu tersebut, lalu dikali 100%, atau dapat dihitung dengan membandingkan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertambahan berat badan yang disebut konversi ransum.


Berat lemak abdomen diperoleh dari penimbangan lemak yang terdapat pada rongga abdomen. Berat karkas diperoleh dari penimbangan unggas yang telah dipotong dan dibuang bulunya. Persentase berat gizzard dihitung dari berat gizzarddibagi berat hidup dan dikali 100%.


Kecernaan zat-zat makanan yang sering dihitung yaitu untuk kecernaan serat kasar karena lebih mudah melakukannya, sedangkan kecernaan protein lebih sukar untuk dilakukan karena feses unggas tercampur dengan urin. Kecernaan serat kasar pada unggas dihitung dari jumlah serat kasar yang dikonsumsi dikurangi dengan jumlah serat yang keluar melalui feses, lalu dibagi jumlah serat yang dikonsumsi dan dikali 100%.


Yang perlu dipertimbgkan dalam peubah yang diamati yaitu sesuai atau relevan dengan teori yang terdapat pada perlakuan yang diberikan.